observasi persahabatan







BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia yang kita cintai ini memiliki banyak ragam didalamnya, ragam budaya, suku, warna kulit, kepercayaan dan sebagainya. Dengan banyaknya keberagaman ini membuat masyarakat Indonesia bermacam-macam dan berbeda satu dengan yang lainnya, satu hal yang sering menjadi permasalahan adalah perbedaan kepercayaan yang diyakini oleh masing-masing orang. Perbedaan kepercayaan ini tidak sedikitnya membawa konflik-konflik di antara masyarakat luas.
Permasalahan yang diperoleh ini terjadi karena salah satunya adalah kurangnya interaksi antara lintas penganut kepercayaan, antara penganut kepercayaan yang berbeda merasa enggan untuk menjadi lebih dekat satu sama lainnya, itulah yang menjadikan sebab terjadinya konflik antar penganut kepercayaan yang berada khususnya di Indonesia. Kurangnya interaksi antar penaganut kepercayaan inilah yang menyebabkan kaburnya pandangan masing-masing kepercayaan yang dilakukan sering disalah artikan menjadi sebuah tindakan yang salah dimata penganut kepercayaan yang berlainan.
Oleh karena itu dalam makalah ini akan menjelaskan hasil laporan kegiatan yang dilakukan perhihal interaksi antar lintas keyakinan. Laporan tersebut adalah serangkaian kegiatan menjalin hubungan baik antara muslim (penganut agama Islam yang menjadi agama Mayoritas di Indonesia) dengan non muslim yang di sini adalah penganut Hindu. Interaksi yang dilakukan meliputi pengenalan diri dan pengenalan ritual keseharian yang dilakukan oleh orang Hindu biasanya. Dengan demikian, kekabuaran yang sebelumnya ada pada pandangan penganut sebuah keyakinan akan hilang pada penganut keyakinan lain dengan adanya kegiatan tersebut.
1.2. Rumusan Masalah
1.      Pengenalan diri penganut agama Hindu.
2.      Ritual keseharian penganut agama Hindu.



1.3. Tujuan Masalah
Tujuan disusunnya makalah ini ialah agar mahasiswa khususnya dapat mengetahui dengan jelas tentang kehidupan sehari-hari dari penganut kepercayaan Hindu yang ada disekitar masyarakat luas di Indonesia.













BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Deskripsi Kegiatan Persahabatan Antar Agama
agama Hindu adalah agama pertama yang masuk di Indonesia jika dilihat dari sejarah yang ada, selain itu Hindu termasuk salah satu agama resmi yang diakui di negara Indonesia. Oleh karena itu masyarakat Indonesia sebagian di antaranya menganut ajaran Hindu. Dari observasi yang telah penulis lakukan di lapangan, penulis menemukan salah satu dari penganut agama Hindu di daerah kampung utan,ciputat.
2.2. Mekanisme Pelaksanaan
Sesuai dengan perencanaan yang telah di buat, penulis melakukan observasi lapangan menggunakan mekanisme sebagai berikut:
1.      Menemukan penganut agama yang di maksud
2.      Mengumpulkan data melalui wawancara
3.      Mengikuti beberapa kegiatan keseharian
4.      Menyimpulkan data yang diperoleh

2.3. Lokasi Kegiatan
Lokasi yang digunakan oleh penulis berada di daerah Ciputat, tepatnya : jln. Harapan Permai IV/ D115, Rt 004 Rw 010, Cempaka Putih , Ciputat Timur.
2.4. Pihak Yang Dilibatkan
            Dari observasi yang dilakukan penulis, penulis mendapatkan salah satu dari penganut agama Hindu, yaitu:
Nama   : ki Dewa Ketut Sandianahama Putra.
Tempat, tanggal lahir   : Bali, 15 Mei 1952.
Alamat  : jln. Harapan Permai IV/ D115, Rt 004 Rw 010, Cempaka Putih , Ciputat Timur.
Agama : Hindu.
2.5. Hasil Wawancara
Bapak Dewa yang sering dipanggil oleh kebanyakkan orang ini adalah seorang pensiunan yang sudah hampir 40 tahun tinggal dan menetap di Ciputat. pak Dewa adalah orang Bali yang berkasta Ksatria, beliau telah berkeluarga dengan beristrikan yang juga orang Bali yang kastanya dibawaahnya. Beliau juga telah memiliki tiga orang putra, satu di antaranya di Bali dan dua lainnya ada di Jakarta.
Keseharian yang dilakukan oleh bapak Dewa sebagai penganut Hindu adalah setiap harinya beliau melakukan Trisadya yaitu sembahyang yang dilakukan oleh orang Hindu dalam tiga kali waaktu, pertama saat matahari terbit sekitar pukul enam pagi, di siang hari saat matahari di atas dan ketika matahari terbenam, beliau biasanya melakukan Trisadya di halaman rumahnya yang dibuatkan tempat persembahayangan.
Selain itu pada waktu tertentu bilau pergi ke Pura Merta Sari di Rempoa untuk beribadah. Kemudian, beberapa waktu yang lalu beliau melakukan ritual Nyepi yang sehari sebelum hari Nyepi dilakukan Taur Pesange atau Mecaru dalam istilah Bali yaitu ritual dengan pergi ke pantai untuk menyucikan bumi. Kemudian di hari Nyepi melakukan puasa selama 24 atau 36 jam dan lampu harus dimatikan, jadi pada waktu itu benar-benar tidak ada aktifitas.
Beliau juga mengatakan bahwa dalam tradisi Bali ketika membuat makanan atau mendapatkan makanan haruslah menyisihkan sedikit dari makanan tersebut sebagai sesaji yang dihaturkan kepada ‘penunggu karang’ atau yang menunggu lingkungan ditempat itu, dan itu pula yang dilakukan oleh pak Dewa, beliau menyajikan sesajen tersebut di tempat persembahayangan beliau.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari kegiatan observasi yang penulis lakukan pada seorang penganut agama Hindu yang bernama pak Dewa, penulis mendapati serangkaian kegiatan yang dilakukan beliau. Penulis dapat menyimpulkan bahwa keseharian yang dilakukan oleh umat Hindu tidak jauh berbeda dengan penganut agama-agama lain, dari yang dilakukan oleh pak Dewa merefleksikan kegian ritual orang Hindu sehari-harinya.
3.2. Saran-Saran
Sebagai mahasiswa yang berpendidikkan khususnya mahasiwa-mahasiswa SAA, dapatnya melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat menjalin hubungan baik pada antar umat beragama. Kegiatan persahabatan ini harusnya tidak sekedar dalam lingkup akademik saja namun bisa dilakukan pada keseharian agar terjalinnya kerukunan antar sesama penganut agama dan dapat sebagai sarana penjelas agar pemahaman ajaran agama lain tidak kabur dan menjadi kesalah pahaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ppt sad darsana

filsafat sad darsana (nyaya dan mimamsa)

pura kerta bhuwana giri wilis-jawa Timur